Skip to main content

Jangan Ada Sisa

Makanan adalah kebutuhan pokok setiap makhluk hidup, semua makhluk hidup membutuhkan makanan dalam setiap waktunya, namun belum tentu semua dapat dengan mudahnya mendapatkan makanan.

Ada manusia, yang berkecukupan yang mana ketika merasa lapar, sudah tersedia nasi beserta banyak lauk pauk diatas meja makan, ingin memakan cemilan dan jajanan dapat mudahnya membeli apa yang diinginkan.

Ada juga saudara-saudara kita diluar sana yang mungkin ketika ingin makan saja begitu sulit, perlu perjuangan dan usaha keras, perlu bekerja keras dari pagi sampai petang menyapa, bahkan mungkin melebihi petang baru rampung urusan, membawa penghasilan yang tak menentu, kadang dapat lebih, kadang juga kurang, tapi selalu diusahakan untuk "dicukup-cukupi".

Pelajaran ini kudapat dari beberapa kisah, dan program tv yang didalamnya berisi tentang perjuangan sebuah keluarga yang bekerja dengan hasil tak banyak, namun keluarga tersebut tetap bersyukur, asalkan semua anggota keluarga dapat makan di hari itu.

Pernah juga aku baca ada berita dimana seorang Nenek harus memunguti beras yang berjatuhan dari truk pengangkut beras, disebutkan dalam tulisan itu bahwa nenek melakukan hal tersebut untuk bisa makan nasi. Sungguh, kejadian itu menyentuh hati kecilku.

Dari rangkaian proses itu aku menyadari bahwa betapa kurang bersyukurnya aku jika tidak menghabiskan makananku, jika menyisakan sebutir nasi di piringku. Dari situlah aku bertekad untuk menghabiskan apapun yang ada dalam piring hingga tak tersisa sebutir pun.

Saudaraku, sadarkah kita bahwa nasi yang kita makan adalah hasil jerih payah petani?

Akankah kita tetap tak menghabiskan makanan, nasi, lauk pauk yang ada di piring jika kita tahu bahwa banyak orang yang ternyata begitu sulit mendapatkan sesuap nasi beserta lauknya?

Ada juga yang berkata, "kalau udah kenyang gak bisa dipaksain. Daripada muntah, gapapa gak dihabiskan"

Saudaraku, yakinlah itu tipuan setan dalam pikiran kita untuk tidak menghabiskan makanan. Sebanyak apapun yang ada di piring kita, usahakan harus kita habiskan karena kita yang mengambilnya.

Jangan lupa ada juga makhluk hidup lainnya, yaitu hewan yang juga perlu makanan untuk bertahan. Jika ada makanan yang tersisa, bagikanlah ke hewan yang ada disekitar. Seperti kucing yang menghampiri ketika kita sedang makan, ia hanya meminta sedikit, mari bagikanlah.

Bukankah ada hadits yang berbunyi, "Sayangilah semua yang ada di bumi maka semua yang ada di langit akan menyayangimu" - HR. Abu Dawud dan Tirmidzi

Maka syukurilah setiap rezeki makanan yang Allah berikan, ketika terasa lapar makanan sudah tersedia di meja makan, atau dengan mudahnya kita dapat membeli makanan yang diinginkan, yang sekarang dapat meng-klik orderan makanan via aplikasi online, hanya perlu menunggu tak perlu jauh-jauh keluar, makanan sudah antar dan siap kita santap.

Mari kita syukuri semua makanan yang Allah berikan, dengan cara mengkonsumsi makanan yang halal, menghabiskan setiap makanan yang ada di piring, nasi beserta lauk pauknya, bahkan sebutir nasi-pun jangan ada sisa, termasuk yang melekat pada jari.

Dalam shahih Muslim dari Anas Radhiyallahu anhu, bahwasannya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bila makan suatu makanan beliau menjilat jari-jarinya yang tiga, beliau bersabda

"Apabila makanan salah seorang dari kalian jatuh, maka bersihkanlah kotoran darinya, lalu makanlah dan janganlah membiarkannya untuk dimakan oleh syaitan"

Dan beliau memerintahkan untuk membersihkan piring (dengan menghabiskan sisa-sisa makanan yang ada), beliau bersabda, "karena kalian tidak mengetahui di bagian makanan kalian yang manakah keberkahan itu berada" (HR. Muslim)

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila seseorang di antara kalian makan, maka jilatlah jari-jarinya karena ia tidak mengetahui di bagian jari yang manakah keberkahan itu berada" (HR. Muslim)

Mari jangan ada sisa makanan dalam piring kita. Ingat kembali bahwa diluar sana ada saudara kita yang ingin makan saja sulit, dan perlu usaha keras agar bisa makan di hari itu.

Jangan lupa juga, ambilah makanan sesuai dengan kebutuhan kita sehingga menghalangi kita dari sifat berlebih-lebihan dan membuang harta atau mubadzir. Jangan mengambil porsi besar jika kita tak sanggup menghabiskannya.

Atau kalau memang makanan itu bukan kita yang ambil sendiri, maka pikirkanlah cara agar makanan tidak terbuang, misalnya makanan dibagi bersama-sama dengan teman, jangan ada sisa dipiring kita, jangan tinggalkan sebutir nasi-pun di piring.

Ditulis sebagai pengingat diriku sendiri

Comments

Popular posts from this blog

Entah Siapa Dan Dimana

Ada pertanyaan yang sering menghampiri begitu saja saat Sakinah memiliki waktu luang, "Siapa ya jodohku? Dimana dia? Sedang apa dia saat ini?" "Apakah dia sedang merasakan hal yang sama?" "Apakah dia menjaga dirinya hanya untuk seseorang yang halal baginya nanti dalam ikatan suci pernikahan? Atau dia sedang dekat dengan seseorang yang belum halal baginya kini?" Ada seorang perempuan bernama Sakinah, yang sedang belajar berlatih membiasakan diri untuk tegas, cuek dan bersikap biasa saja kepada lawan jenis. Ia lelah katanya, karena tak jarang merasa kecewa, ya! kecewa dengan harapannya sendiri, ia telah belajar dari masa lalu.. jika berharap pada manusia, pasti akan berakhir pada perasaan kecewa pula. Berbeda jika berharapnya kepada Dia Yang Maha Kuasa, pasti indah dan tenang dirasa. Karena merasa bosan dan lelah dibuat kecewa, ia malas dekat, malas menjalin hubungan dengan seorang lelaki yang belum halal baginya, atau singkatnya ia malas...

Ketetapan Terbaik

Perjalanan hidup ini, tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Terkadang, sangat gembira namun sewaktu-waktu muncul kesedihan yang tak bisa dihindari kedatangannya. Sedih, senang bisa datang kapan saja tanpa terduga. Aku jadi ingat dengan kisah satu tahun yang lalu. Pernah begitu mengagumi, pernah berharap begitu dalam, dan pernah berencana ingin menikah kala itu. Namun Qadarullah, rencana itu tidak bisa terlaksanakan. Namun dari kisah itu aku juga tersadar, bahwa sebenarnya aku memang belum benar-benar siap, masih banyak bagian dalam diri ini yang harus diperbaiki dan dipantaskan kembali untuk seseorang yang sudah Allah pilihkan nanti. Aku jadi ingat, bahwa Allah memberikan apa yang kamu butuhkan bukan apa yang kamu inginkan dan Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu, apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah dan apa yang menurut kita buruk belum tentu buruk menurut Allah. Ketika ada suatu masalah yang membuat kita sedih, gusar, merasa tak tena...

Perihal Mengikhlaskan

Perihal mengikhlaskan siapapun yang merasakannya, aku rasa tidak ada yang baik-baik saja (pada awalnya) karena terbiasa ada, lalu tak ada. Terbiasa sama, lalu berbeda. Terbiasa ya, lalu menjadi tidak. Tidak ada yang merasa baik-baik saja saat kehilangan, pada awalnya. Namun, seiring berjalannya waktu rasa tidak baik-baik saja itu sedikit demi sedikit berkurang tak seperti awal. Kita memang hanya butuh waktu. Karena menerima adalah sebuah perjalanan panjang yang tak dapat dituntaskan dalam semalam dan kesedihan memang bukan teman yang menyenangkan untuk dimiliki. Namun, dipikir kembali jika selalu kesenangan yang kita lalui setiap hari itu juga merupakan ketidakbaikan bukan? Yang ada kita terus lalai dan lupa jika semua ingin terwujud. Maka, percayalah kesedihan hadir dengan maknanya mendewasakan diri Masih teringat jelas, bahkan di sela-sela kesibukan, bayangan itu masih ada. Aku mengatakan pada diri sendiri bahwa wajar jika masih bisa terasa, karena aku memang butuh waktu ...