Skip to main content

Mengeluh Tidak Menyelesaikan Masalah

"Duh, baru mau pulang malah hujan"
"Pusiing, banyak banget nih kerjaan"
"Makanannya kok cuma ini"
"Kenapasih ujian ini harus aku yang alami?"

Beberapa contoh kalimat di atas mungkin adalah hal yang tidak asing lagi terdengar di telinga kita, kalimat tersebut bisa jadi keluar dari lisan kita sendiri atau keluar dari lisan orang lain.

Tak jarang aku juga mengeluh dengan tugas, dan situasi yang menurutku berat, namun jika dipikir kembali mengeluh tidak akan bisa menyelesaikan masalah, justru malah menambah beban masalah dan pikiran.

Mari kita ambil sisi positif dari salah satu hal yang membuat kita mengeluh seperti dalam kalimat yang tertera diatas. 

"Duh, baru mau pulang malah hujan"
Keluhan tersebut dapat kita ganti dengan "Alhamdulillah, hujan. Untung masih disini. Coba kalau sudah di jalan, pasti basah kuyup kan nggak bawa mantel"

Mengubah perkataan yang sebelumnya berupa keluhan, kemudian berubah menjadi rasa syukur, percaya biidznillah dengan bersyukur, mengucapkan kalimat-kalimat positif dapat membuat perubahan dalam mood dan hati kita terasa lebih rileks dan tenang.

"Pusiing, banyak banget nih kerjaan"
Keluhan tersebut dapat kita ganti dengan kalimat "Alhamdulillah saat ini aku bekerja, ada banyak orang diluar sana yang ingin bekerja namun belum mendapatkan pekerjaan. Aku harus bersyukur alhamdulillah tetap semangat, bismillah pekerjaan ini aku yakin bisa diselesaikan" 

"Makannya kok cuma ini"
Jika kita lihat diluar sana, masih banyak saudara-saudara kita yang ingin makan namun harus berjuang keras, bahkan ada yang mungkin seharian tidak bisa makan. Kita yang alhamdulillah bisa makan nasi beserta lauk pauk, tercukupi kebutuhannya terkadang ada saja yang dikeluhkan.

Memang benar perkataan orang, kita harus sering melihat kebawah karena dengan itu hati kita akan tergerak untuk lebih bersyukur, berempati dan simpati dan syukur-syukur jika kita juga dapat membantu. 

Sahabatfillah, bila saat ini kau sedang merasa gundah, kesal, lelah, marah, dan tiada arah.

Bila saat ini kau sedang merasa lelah karena merasa beban yang di tujukkan padamu begitu berat, bila saat ini kau sedang merasa gundah karena memiliki permasalahan yang tak kunjung usai, bila jiwamu mengajakmu untuk menyerah dan berputus asa, bila saat ini kau sedang merasa kecewa karena kehilangan sesuatu yang kau cinta, dan bila pula saat ini kau sedang merasa sedih karena doa, harap, rencana serta cita yang kau buat belum jua terjawab dan menjadi nyata, maka ucaplah Alhamdulillah sekali lagi sahabatku 😊 mari kita ucapkan ALHAMDULILLAH 

Sungguh, dengan lisan yang mengucap Alhamdulillah saja itu sudah cukup sekali melapangkan dadamu, apalagi jika di sertakan dengan kesungguhan serta ketulusan hati untuk bersyukur dan tidak kufur.

Sungguh, sahabatku 😊 dalam setiap situasi dan kondisi dimana kau merasa berada di titik puncak kelelahan, kesakitan, kesedihan yang mendalam serta timbul rasa putus asa. Maka ucaplah Alhamdulillah.

Sedih, Alhamdulillah. Lelah, Alhamdulillah. Gusar, Alhamdulillah. Sakit, Alhamdulillah💚

Comments

Popular posts from this blog

Entah Siapa Dan Dimana

Ada pertanyaan yang sering menghampiri begitu saja saat Sakinah memiliki waktu luang, "Siapa ya jodohku? Dimana dia? Sedang apa dia saat ini?" "Apakah dia sedang merasakan hal yang sama?" "Apakah dia menjaga dirinya hanya untuk seseorang yang halal baginya nanti dalam ikatan suci pernikahan? Atau dia sedang dekat dengan seseorang yang belum halal baginya kini?" Ada seorang perempuan bernama Sakinah, yang sedang belajar berlatih membiasakan diri untuk tegas, cuek dan bersikap biasa saja kepada lawan jenis. Ia lelah katanya, karena tak jarang merasa kecewa, ya! kecewa dengan harapannya sendiri, ia telah belajar dari masa lalu.. jika berharap pada manusia, pasti akan berakhir pada perasaan kecewa pula. Berbeda jika berharapnya kepada Dia Yang Maha Kuasa, pasti indah dan tenang dirasa. Karena merasa bosan dan lelah dibuat kecewa, ia malas dekat, malas menjalin hubungan dengan seorang lelaki yang belum halal baginya, atau singkatnya ia malas...

Ketetapan Terbaik

Perjalanan hidup ini, tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Terkadang, sangat gembira namun sewaktu-waktu muncul kesedihan yang tak bisa dihindari kedatangannya. Sedih, senang bisa datang kapan saja tanpa terduga. Aku jadi ingat dengan kisah satu tahun yang lalu. Pernah begitu mengagumi, pernah berharap begitu dalam, dan pernah berencana ingin menikah kala itu. Namun Qadarullah, rencana itu tidak bisa terlaksanakan. Namun dari kisah itu aku juga tersadar, bahwa sebenarnya aku memang belum benar-benar siap, masih banyak bagian dalam diri ini yang harus diperbaiki dan dipantaskan kembali untuk seseorang yang sudah Allah pilihkan nanti. Aku jadi ingat, bahwa Allah memberikan apa yang kamu butuhkan bukan apa yang kamu inginkan dan Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu, apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah dan apa yang menurut kita buruk belum tentu buruk menurut Allah. Ketika ada suatu masalah yang membuat kita sedih, gusar, merasa tak tena...

Perihal Mengikhlaskan

Perihal mengikhlaskan siapapun yang merasakannya, aku rasa tidak ada yang baik-baik saja (pada awalnya) karena terbiasa ada, lalu tak ada. Terbiasa sama, lalu berbeda. Terbiasa ya, lalu menjadi tidak. Tidak ada yang merasa baik-baik saja saat kehilangan, pada awalnya. Namun, seiring berjalannya waktu rasa tidak baik-baik saja itu sedikit demi sedikit berkurang tak seperti awal. Kita memang hanya butuh waktu. Karena menerima adalah sebuah perjalanan panjang yang tak dapat dituntaskan dalam semalam dan kesedihan memang bukan teman yang menyenangkan untuk dimiliki. Namun, dipikir kembali jika selalu kesenangan yang kita lalui setiap hari itu juga merupakan ketidakbaikan bukan? Yang ada kita terus lalai dan lupa jika semua ingin terwujud. Maka, percayalah kesedihan hadir dengan maknanya mendewasakan diri Masih teringat jelas, bahkan di sela-sela kesibukan, bayangan itu masih ada. Aku mengatakan pada diri sendiri bahwa wajar jika masih bisa terasa, karena aku memang butuh waktu ...