Skip to main content

Serunya Naik Tangga Berbunyi


Kamis lalu, tanggal 10 Oktober 2019 aku dan seorang sahabat bernama Nadya, menghubungi sahabat lama kami yang sejak duduk di bangku Sekolah Dasar bernama Desinta biasa dipanggil Inta.

Saat ini Inta adalah mahasiswi tingkat akhir di salah satu Universitas Negeri di Semarang, karena sudah lama sekali tak bertemu, lebih dari delapan tahun aku tak bertemu Inta, rindu ingin sekali kita bisa bersilaturahmi.

Alhamdulillah hari itu, Allah mudahkan kami untuk bersilaturahmi. Aku dan Nadya berangkat bersama naik motor menuju Mall Lagoon Avenue Bekasi.

Aku dan Nadya kami sampai lebih dulu. Nadya bilang "Disini ada tangga yang bunyinya kayak piano lho"

"Seriusan nad? Dimana?" ucapku penasaran

"Iya diluar lantai 1, coba yuk"

Awalnya aku malu dan takut menganggu orang yang berada disekitar, namun nadya berkata "ayo kita coba aja naik tangganya"

Aku sampai melihat ke arah bawah, kanan-kiri, karena ingin memastikan apa banyak orang disekitar.

Ternyata tidak terlalu ramai, mungkin karena saat itu masih siang dan bukan hari libur.

Aku beranikan diri untuk mencoba, mulai dengan melangkahkan satu kaki ke tangga..... daannn... Berbunyi....

"Tenggg..."

"Hah, ya Allah... sampe deg-degan aku nad, kaget banget asli bunyi tangganya" perkataan panikku di iringi dengan tawa

"Baru tau ada ini, yasalaamm hahaha"

"Hahahaha" nadya terus saja tertawa

"Hahaha, ya Allah kaget. Eiya anak kecil pasti suka banget deh ini mainan tangga kayak gini jadi ingat adikku"

"Haha iya anak kecil mah suka banget pastinya" ucap temanku

Aku dan nadya pun sempat iseng pertama kali menaiki tangga itu, setelah berjalan melihat ke lantai atas lalu kami kembali turun menggunakan tangga berbunyi piano lagi.

"Hahaha ya Allah, itu bapak-bapak ada yang ngeliatin diatas mungkin kata orang "itu anak ngapain ya bolak-balik bae" ucapku

"Hahahaha, iya kata orang mungkin ini anak kurang kerjaan kali ya hahaha tutup muka aja deh" ucap temanku

Satu persatu anak tangga kami lewati dengan tertawa lepas dan malu karena takut menganggu orang lain.

Aku dan nadya, kompak merekam saat kami sedang menaiki/menuruni anak tangga. Kami terus saja tertawa, sampai-sampai dari awal kedatangan, hingga pulang pun melalui tangga berbunyi piano itu lagi. 

Dari siang, awal datang melewati tangga itu, sore, dan malam pun sampai lewat tangga itu lagi padahal ada jalan lain, bisa naik lift, escalator, dan arah lain tapi kami terus tertawa dan sengaja melewati tangga itu lagi.

Hari itu, aku bertemu dengan sahabat lamaku, Inta dan Nadya. Sahabat sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar, kami berbagi cerita, bernostalgia membahas masa kecil semasa di sekolah dasar, dan yang paling banyak adalah berbagi tawa hahaha.

Alhamdulillah senang bisa bertemu sahabat lama, sukses dunia akhirat ya sahabatku, semoga kita bisa bertemu lagi dalam keadaan sehat walafiat, dengan formasi yang lebih lengkap biidznillah sampai ketemu lagi 😊

Comments

Popular posts from this blog

Entah Siapa Dan Dimana

Ada pertanyaan yang sering menghampiri begitu saja saat Sakinah memiliki waktu luang, "Siapa ya jodohku? Dimana dia? Sedang apa dia saat ini?" "Apakah dia sedang merasakan hal yang sama?" "Apakah dia menjaga dirinya hanya untuk seseorang yang halal baginya nanti dalam ikatan suci pernikahan? Atau dia sedang dekat dengan seseorang yang belum halal baginya kini?" Ada seorang perempuan bernama Sakinah, yang sedang belajar berlatih membiasakan diri untuk tegas, cuek dan bersikap biasa saja kepada lawan jenis. Ia lelah katanya, karena tak jarang merasa kecewa, ya! kecewa dengan harapannya sendiri, ia telah belajar dari masa lalu.. jika berharap pada manusia, pasti akan berakhir pada perasaan kecewa pula. Berbeda jika berharapnya kepada Dia Yang Maha Kuasa, pasti indah dan tenang dirasa. Karena merasa bosan dan lelah dibuat kecewa, ia malas dekat, malas menjalin hubungan dengan seorang lelaki yang belum halal baginya, atau singkatnya ia malas...

Ketetapan Terbaik

Perjalanan hidup ini, tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Terkadang, sangat gembira namun sewaktu-waktu muncul kesedihan yang tak bisa dihindari kedatangannya. Sedih, senang bisa datang kapan saja tanpa terduga. Aku jadi ingat dengan kisah satu tahun yang lalu. Pernah begitu mengagumi, pernah berharap begitu dalam, dan pernah berencana ingin menikah kala itu. Namun Qadarullah, rencana itu tidak bisa terlaksanakan. Namun dari kisah itu aku juga tersadar, bahwa sebenarnya aku memang belum benar-benar siap, masih banyak bagian dalam diri ini yang harus diperbaiki dan dipantaskan kembali untuk seseorang yang sudah Allah pilihkan nanti. Aku jadi ingat, bahwa Allah memberikan apa yang kamu butuhkan bukan apa yang kamu inginkan dan Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu, apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah dan apa yang menurut kita buruk belum tentu buruk menurut Allah. Ketika ada suatu masalah yang membuat kita sedih, gusar, merasa tak tena...

Perihal Mengikhlaskan

Perihal mengikhlaskan siapapun yang merasakannya, aku rasa tidak ada yang baik-baik saja (pada awalnya) karena terbiasa ada, lalu tak ada. Terbiasa sama, lalu berbeda. Terbiasa ya, lalu menjadi tidak. Tidak ada yang merasa baik-baik saja saat kehilangan, pada awalnya. Namun, seiring berjalannya waktu rasa tidak baik-baik saja itu sedikit demi sedikit berkurang tak seperti awal. Kita memang hanya butuh waktu. Karena menerima adalah sebuah perjalanan panjang yang tak dapat dituntaskan dalam semalam dan kesedihan memang bukan teman yang menyenangkan untuk dimiliki. Namun, dipikir kembali jika selalu kesenangan yang kita lalui setiap hari itu juga merupakan ketidakbaikan bukan? Yang ada kita terus lalai dan lupa jika semua ingin terwujud. Maka, percayalah kesedihan hadir dengan maknanya mendewasakan diri Masih teringat jelas, bahkan di sela-sela kesibukan, bayangan itu masih ada. Aku mengatakan pada diri sendiri bahwa wajar jika masih bisa terasa, karena aku memang butuh waktu ...