Skip to main content

Tentang Cinta

Cinta itu fitrah memiliki rasa kagum kepada seseorang juga merupakan hal yang fitrah

Begitu indah jatuh cinta, namun akan jauh lebih berkah bukan jatuh cinta tetapi bangun cinta

Memang keindahannya sampai membuat sulit tuk berkata

Hanya saja, sayang dirasa jika seseorang yang selama ini kita cinta, kita kagumi dan kita damba nyatanya bukan di takdirkan untuk bersama kita.

Aku telah belajar dari rasa kecewa, bahwa jika kita terlalu berharap kepada manusia maka hanya akan berakhir dengan rasa kecewa pula.

"Karena ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah akan timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap kepada selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya." (Imam Syafi'i)

Maka marilah kita belajar bersama
Mencoba berusaha bersikap biasa
Mari kita coba jangan terlalu berlebih dalam hal mencinta
Tanyakan pada hati kita,

"Bagaimana jika seseorang yang selama ini kucinta, kubangga, kudamba nyatanya bukanlah jodoh yang Allah tetapkan untukku?"

Semoga Allah menyatukan dalam ikatan suci pernikahan dengan seseorang terbaik menurut pilihan-Nya
Yakinkan semua pasti indah bila sudah waktunya.

Aku menulis ini bukan berarti aku suci, tiada salah tiada dosa bukan sama sekali sahabat tapi aku menulis ini untuk pengingat diriku sendiri, dan untuk pengingat kita bersama

Comments

Popular posts from this blog

Entah Siapa Dan Dimana

Ada pertanyaan yang sering menghampiri begitu saja saat Sakinah memiliki waktu luang, "Siapa ya jodohku? Dimana dia? Sedang apa dia saat ini?" "Apakah dia sedang merasakan hal yang sama?" "Apakah dia menjaga dirinya hanya untuk seseorang yang halal baginya nanti dalam ikatan suci pernikahan? Atau dia sedang dekat dengan seseorang yang belum halal baginya kini?" Ada seorang perempuan bernama Sakinah, yang sedang belajar berlatih membiasakan diri untuk tegas, cuek dan bersikap biasa saja kepada lawan jenis. Ia lelah katanya, karena tak jarang merasa kecewa, ya! kecewa dengan harapannya sendiri, ia telah belajar dari masa lalu.. jika berharap pada manusia, pasti akan berakhir pada perasaan kecewa pula. Berbeda jika berharapnya kepada Dia Yang Maha Kuasa, pasti indah dan tenang dirasa. Karena merasa bosan dan lelah dibuat kecewa, ia malas dekat, malas menjalin hubungan dengan seorang lelaki yang belum halal baginya, atau singkatnya ia malas...

Ketetapan Terbaik

Perjalanan hidup ini, tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Terkadang, sangat gembira namun sewaktu-waktu muncul kesedihan yang tak bisa dihindari kedatangannya. Sedih, senang bisa datang kapan saja tanpa terduga. Aku jadi ingat dengan kisah satu tahun yang lalu. Pernah begitu mengagumi, pernah berharap begitu dalam, dan pernah berencana ingin menikah kala itu. Namun Qadarullah, rencana itu tidak bisa terlaksanakan. Namun dari kisah itu aku juga tersadar, bahwa sebenarnya aku memang belum benar-benar siap, masih banyak bagian dalam diri ini yang harus diperbaiki dan dipantaskan kembali untuk seseorang yang sudah Allah pilihkan nanti. Aku jadi ingat, bahwa Allah memberikan apa yang kamu butuhkan bukan apa yang kamu inginkan dan Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu, apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah dan apa yang menurut kita buruk belum tentu buruk menurut Allah. Ketika ada suatu masalah yang membuat kita sedih, gusar, merasa tak tena...

Sahabat Saling Mempengaruhi

Sebagai makhluk sosial, tentu saja manusia tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain disekitarnya. Oleh karena itu, dalam menjalani sekolah kehidupan, kita akan dipertemukan dengan satu atau lebih banyak orang yang memberikan semangat, dukungan positif, tempat berbagi cerita, memahami diri kita. Kita mengenalnya dengan sebutan sahabat. Sahabat biasanya mengetahui kebiasaan, kesukaan, ketidaksukaan, mengerti dan menerima kita yang begini keadaannya. Sahabat juga sangat berpengaruh membentuk karakter, pola pikir, dan kebiasaan seseorang. “Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.”  (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628) ...