Skip to main content

Hemat

Hemat dalam KBBI merupakan berhati-hati dalam membelanjakan uang, dan sebagainya, tidak boros, cermat. Untuk kita wanita para calon istri, calon Ibu-ibu, atau ada yang sudah menjadi seorang Ibu kita harus dapat dengan baik mengelola isi dompet, ya Bu? Hehe

Memang kenyataannya sebagian besar wanita suka berbelanja, aku juga  terutama kalau ada yang bayari hihi. Namun, ada cara agar kita tetap hemat dan tidak kalap saat berbelanja.

Caranya, kita harus bisa membedakkan, memilah-milih, mana yang harus dibeli, mana yang bisa ditunda, mana yang tidak perlu dibeli sama sekali. 

Ada trik untuk hemat, menghindari keborosan menurut Tanti Arisha :

1. Buatlah daftar belanjaan sebelum pergi berbelanja. Kelompokkan mana yang penting banget, alias pembeliannya bisa ditunda, dan yang kita pingin banget tapi sebenarnya nggak penting.

2. Ketika berbelanja, utamakan membeli barang yang penting terlebih dahulu. Jangan lirik-lirik barang unyu yang nggak penting. Hindari itu, sebab bisa menyebabkan tangan gatal pengin beli. Kalaupun nggak sengaja lihat barang yang unyu, tapi nggak penting, tahan diri. Sekuat hati, tahanlah diri agar tak boros.

3. Jika ada sisa uang, jangan langsung kalap pengin beli barang lain. Ingat! Sisihkan awbagian uang untuk tabungan. Tabungan bisa berfungsi ketika ada keperluan yang tak terduga. Juga, sisihkan untuk sedekah. Ingat, sebagian harta kita ada hak orang lain di dalamnya.


Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makan dan minumlah, berpakaianlah, juga bersedekahlah tanpa boros dan bersikap sombong.” (HR. Abu Daud, Ahmad, dan dikeluarkan oleh Al-Bukhari secara mu’allaq). [HR. Abu Daud Ath-Thayalisi, 4:19-20; An-Nasai, 5:79; Ibnu Majah, no. 3605; Ahmad, 11:294,312. Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan].


Sumber :
Arisha, Tanti. 2018. Kamus Muslimah Cerdas. Jakarta: Elex Media Komputindo.
https://www.google.com/amp/s/kbbi.web.id/hemat.html

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Perihal Mengikhlaskan

Perihal mengikhlaskan siapapun yang merasakannya, aku rasa tidak ada yang baik-baik saja (pada awalnya) karena terbiasa ada, lalu tak ada. Terbiasa sama, lalu berbeda. Terbiasa ya, lalu menjadi tidak. Tidak ada yang merasa baik-baik saja saat kehilangan, pada awalnya. Namun, seiring berjalannya waktu rasa tidak baik-baik saja itu sedikit demi sedikit berkurang tak seperti awal. Kita memang hanya butuh waktu. Karena menerima adalah sebuah perjalanan panjang yang tak dapat dituntaskan dalam semalam dan kesedihan memang bukan teman yang menyenangkan untuk dimiliki. Namun, dipikir kembali jika selalu kesenangan yang kita lalui setiap hari itu juga merupakan ketidakbaikan bukan? Yang ada kita terus lalai dan lupa jika semua ingin terwujud. Maka, percayalah kesedihan hadir dengan maknanya mendewasakan diri Masih teringat jelas, bahkan di sela-sela kesibukan, bayangan itu masih ada. Aku mengatakan pada diri sendiri bahwa wajar jika masih bisa terasa, karena aku memang butuh waktu ...

Entah Siapa Dan Dimana

Ada pertanyaan yang sering menghampiri begitu saja saat Sakinah memiliki waktu luang, "Siapa ya jodohku? Dimana dia? Sedang apa dia saat ini?" "Apakah dia sedang merasakan hal yang sama?" "Apakah dia menjaga dirinya hanya untuk seseorang yang halal baginya nanti dalam ikatan suci pernikahan? Atau dia sedang dekat dengan seseorang yang belum halal baginya kini?" Ada seorang perempuan bernama Sakinah, yang sedang belajar berlatih membiasakan diri untuk tegas, cuek dan bersikap biasa saja kepada lawan jenis. Ia lelah katanya, karena tak jarang merasa kecewa, ya! kecewa dengan harapannya sendiri, ia telah belajar dari masa lalu.. jika berharap pada manusia, pasti akan berakhir pada perasaan kecewa pula. Berbeda jika berharapnya kepada Dia Yang Maha Kuasa, pasti indah dan tenang dirasa. Karena merasa bosan dan lelah dibuat kecewa, ia malas dekat, malas menjalin hubungan dengan seorang lelaki yang belum halal baginya, atau singkatnya ia malas...

Mendoakan Kebaikan Untuk Orang Lain

Keimanan seorang muslim dapat diukur dengan rasa kasih sayang terhadap saudara muslimnya yang lain. Salah satu bentuk kasih sayang ini adalah dengan cara mendoakan kebaikan untuk orang lain tanpa sepengetahuannya.  Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “ Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri .” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 13 dan Muslim, no. 45] Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :  "Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, “Aamiin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.”  Mendoakan orang lain ternyata bukanlah aktivitas yang biasa dan tidak bisa dianggap spele, k...